BongkarInfo.my.id NONGSA, BATAM – 29 April 2026 | Hanya satu bulan setelah operasi razia besar-besaran yang menggerebek aktivitas penambangan pasir ilegal di kawasan Bukit Tengkorak, Nongsa, praktik serupa ternyata masih berlangsung. Tim investigasi media ini mendapati alat berat dan sejumlah truk masih beroperasi di lokasi pada Senin malam (28/4), sekitar pukul 22.30 WIB.
Lokasi yang sempat sepi usai razia Maret lalu itu kembali menunjukkan aktivitas intens. Puluhan lampu sorot menyoroti tebing yang dikeruk, terdengar suara mesin eskavator dan mesin domping, serta antrean truk bermuatan pasir yang keluar-masuk melalui jalur tikus.
“Dua pekan lalu mulai sepi, tapi semingu ini makin ramai lagi malam-malam. Mereka kerja mulai jam 8 malam sampai subuh,” ujar seorang warga yang enggan disebut identitasnya karena alasan keamanan.
Bukit Tengkorak dikenal memiliki cadangan pasir berkualitas tinggi, namun penambangan di zona ini melanggar aturan tata ruang kawasan lindung dan jalur hijau. Satu bulan lalu, Satuan Polisi Pamong Praja bersama aparat gabungan menyita tiga unit eskavator dan 12 truk dalam razia yang disebut-sebut sebagai operasi tegas pemberantasan tambang ilegal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, yang dikonfirmasi terkait hal ini, mengaku akan mengecek ulang. “Kami sudah koordinasi dengan tim yustisi. Jika memang masih ada aktivitas, itu bentuk pelanggaran berat. Kami akan tindak lagi, bahkan bisa proses pidana,” ujarnya, Selasa (29/4).
Namun, pengakuan berbeda datang dari koordinator lapangan yang mengaku hanya sebagai mandor. “Kami kerja malam supaya tidak macetin jalan. Izin masih proses,” kilahnya saat dihubungi. Hingga dini hari, tak satu pun petugas terlihat melakukan inspeksi di sekitar Bukit Tengkorak.
Aktivitas tambang pasir malam hari ini kembali memicu protes warga dan pegiat lingkungan karena potensi longsor, kerusakan ekosistem, serta kerugian daerah akibat tidak adanya setoran retribusi resmi. Masyarakat meminta aparat tak hanya sibuk menggerebek saat liputan media, tetapi juga konsisten melakukan pengawasan rutin pasca-operasi.
Redaksi ( Nando )












