Bongkarinfo.my.id // Pada Kamis, 3 April 2025, Suasana RW 16, Kelurahan Sungai Panas, mendadak panas dan penuh amarah. Puluhan warga berkumpul dan meluapkan kemarahan mereka terhadap Ketua RW 16, Sahat Tampubolon, yang diduga kuat menjadi kaki tangan pemodal dalam rencana penggusuran pemukiman warga Baloi Kolam.
Aksi protes ini terjadi secara spontan, sebagai puncak dari kekecewaan yang telah lama terpendam. Warga merasa dikhianati oleh sosok yang seharusnya menjadi pelindung dan jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. Bukannya membela hak-hak warganya, Ketua RW justru aktif menyebarkan surat-surat dari pihak pengusaha yang mengultimatum pengosongan lahan tanpa dialog, tanpa musyawarah.
“Kami tidak buta! Kami tahu siapa yang bermain di belakang layar. Ketua RW bukan lagi suara rakyat, dia sudah jadi corong penggusur!,” teriak salah satu warga dalam orasinya di depan warung Manogar yang dikawal ketat oleh aparat.
Warga juga menyoroti peran Ketua RW yang kerap menutupi informasi penting dari warga, serta mencoba menghalangi gerakan solidaritas masyarakat yang berjuang mempertahankan tempat tinggalnya. Lebih ironis lagi, dalam beberapa kesempatan, Ketua RW justru menyudutkan tokoh-tokoh warga yang berani bersuara lantang menentang rencana penggusuran.

Dengan suara bulat, warga mendesak agar Sahat Tampubolon segera mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka juga menyerukan agar Kelurahan Sungai Panas dan pihak Kecamatan Batam Kota segera mengambil tindakan tegas terhadap Ketua RW yang dianggap telah menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan segelintir elite.
Aksi ini adalah bukti bahwa rakyat Baloi Kolam tidak akan tunduk pada intimidasi. Mereka siap berdiri di garis depan, melawan ketidakadilan, dan mempertahankan hak atas tempat tinggal yang telah mereka bangun dengan keringat dan harapan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya menggali informasi dan konfirmasi kepada pihak pihak terkait. (AL)












