Tebar Cahaya Al-Qur’an di Bumi Natuna, TNI AU Salurkan 200 Mushaf

Natuna | Bongkarinfo.my.id —
Sebagai wujud kepedulian dan ikhtiar membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, TNI Angkatan Udara menyalurkan sebanyak 200 mushaf Al-Qur’an di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (2/1/2026).
Bantuan Al-Qur’an tersebut merupakan amanah dari Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1995 yang disalurkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Raden Sadjad (RSA), Kolonel Adm Marshall, M.Si. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani serta penguatan syiar Islam bagi masyarakat dan prajurit TNI AU di wilayah perbatasan NKRI.
Ratusan mushaf Al-Qur’an itu disalurkan ke sejumlah masjid dan surau, di antaranya Masjid Mina Lanud RSA, Masjid Baitul Amal Hidayah Skadron Udara 52, Masjid Al-Amin Satrad 201, serta Mushola Al-Ikhlas Yon Arhanud 14/Pasgat.
Selain itu, bantuan juga diterima Masjid Al Mukarammah Penagi, Masjid Assalam Sebadai Hulu, Surau At Taqwa Sebadai Hulu, Surau Ibnu Rahim, Kantor Urusan Agama (KUA) Natuna, Surau Al Bashir Air Kicur, serta Masjid Al-Muqaddimah Desa Ceruk.
Penyaluran mushaf Al-Qur’an ini turut didampingi Kabintalid Lanud RSA Letda Sus Jafar Yahya, S.Pd., Pasiter, serta Babinsa AU guna memastikan proses pendistribusian berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran.
Perwakilan penerima bantuan, Ustadz Mustaqim, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian TNI Angkatan Udara. Ia menilai bantuan mushaf Al-Qur’an tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan ibadah, pengajian, serta pembinaan keagamaan bagi jamaah dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang tidak hanya berorientasi pada tugas pertahanan, tetapi juga hadir membawa nilai kemanusiaan, ukhuwah, dan kebermanfaatan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Lanud RSA berharap keberadaan TNI AU di Natuna tidak hanya menjaga kedaulatan udara nasional, tetapi juga terus menjadi bagian dari upaya menebar kebaikan dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah perbatasan.
(Darman)